Kesehatan kulit
Memahami Jerawat Dewasa dan Pendekatan Medis
Oleh dr. Sarah Kusuma, Sp.KK, FINSDV··Diperbarui 2026-03-05·8 menit baca
Jerawat pada usia 25–45 tahun sering membuat frustasi karena diasumsikan seharusnya sudah hilang. Pada kenyataannya, hormon, stres kronis, kosmetik tidak cocok, pola makan, dan genetika tetap dapat memicu komedo serta inflamasi. Membedakan jerawat hormonal di dagu dengan folikulitis ringan penting agar perawatan tepat sasaran.
Di klinik, dokter dapat mengombinasikan terapi topikal retinoid, antiseptik, atau antibiotik jangka pendek dengan prosedur seperti chemical peel ringan, ekstraksi medis, atau terapi cahaya. Tidak semua jerawat membutuhkan obat oral; assessment menyeluruh menentukan apakah perlu langkah lebih lanjut.
Kesabaran adalah bagian dari terapi. Kulit mengikuti siklus sel sekitar 28 hari, sehingga perbaikan signifikan biasanya terlihat setelah 6–12 minggu konsistensi. Menghindari memencet jerawat mengurangi risiko bekas lubang dan hiperpigmentasi pasca peradangan.
GlowAesthetica menekankan edukasi pola skincare di rumah agar tidak saling bertabrakan dengan resep klinik. Dengan kolaborasi pasien-dokter, jerawat dewasa dapat dikelola tanpa merusak barrier kulit.
Newsletter GlowAesthetica
Dapatkan artikel dan penawaran terpilih ke inbox Anda.
Artikel terkait
Perawatan kulit
Pentingnya Tabir Surya Rutin Setelah Treatment Estetik
Mengapa sunscreen bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci keberhasilan laser, chemical peel, dan skin booster jangka panjang.
Estetika medis
Ekspektasi Realistis untuk Perawatan Injeksi Estetik
Botulinum toxin dan filler bukan sihir instan. Ini yang perlu Anda ketahui sebelum janji pertama di kursi dokter.